RSS

Perkembangan Manusia

Beda pertumbuhan & perkembangan :

  • Pertumbuhan : proses perubahan, pertambahan ukuran struktur fisik / fisiologis (TB, BB, LK, jumlah gigi, tumbuhnya rambut, dsb)
  • Perkembangan : proses perubahan mental yang bersifat kuantitatif, kualitatif, terus menerus, bertahap (usia), berkesinambungan, dinamis, kontinyu → kedewasaan → seperti spiral

 Teori-teori perkembangan :

  • Nativisme (nativ :asli) : J.J. Rouseau
  1. Bawaan dari lahir faktor yang paling menentukan perkembangan.
  2. Anak ketika dilahirkan membawa segi-segi moral (ex:anak koruptor → koruptor)
  3. Pesimis terhadap pendidikan
  • Empirisme (empirik : pengalaman) : J.Locke dengan teori “Tabu la rasa”
  1. Anak dilahirkkan seperti kertas lilin, batu puti/pualam yang putih, kosong
  2. Perkembangn ditentukan oleh lingkungan yang memberi pengalaman, pendidikan.
  3. Optimis terhadap pendidik.
  • Konvergensi (bawaan + empiris) : William Stern
  1. Perkembangan ditentukan bawaan dan lingkungan
  2. Lebih dipercaya.

 DISIKUSIKAN :

  1. Kapan perilaku manusia banyak ditentukan faktor bawaan?
  2. Kapan perilaku manusia banyak ditentukan faktor lingkungan?

Pola-pola Perkembangan

  • Pola proximodistal yaitu pertumbuhan terpusat pada sumbu mengarah ketepi (jantung, hati lebih dulu berfungsi daripada alat tubuh yang lain)
  • Cepalocaudal yaitu pertumbuhan dimulai dari kepala → kearah kaki
  • Gessel (1949) : pola perkembangan relatif menetap, bersifat universal, bersifat tahapan.
  • Walter Emerach (1968) → Nomotheis
  • Pertumbuhan fisik terarah
  • Pertumbuhan dari khusus ke umum
  • Perkembangan berlangsung secara bertahap
  • Perkembangan dipengaruhi oleh kematangan (otak, sistem syaraf)dan latihan

Perkembangan :  Matang + latihan

                              Masa peka

Deteksi dini

Stimulasi

Intervensi

Rehabilitasi

Contoh :

otak anak + sistem syaraf sudah matang- otot sudah matang untuk berjalan – tampak tanda-tanda berdiri + rambatan – dilatih dengan dititah – dapat Berjalan.

  • Masa peka : tanda-tanda yang mengawali suatu kemampuan (berjalan → berdiri, rambatan)
  • Stimulasi : serangkaian kegiatan yang dapat dilakukan harian dengan tujuan mengasah kemampuan (berjalan → ditetah, sesekali dibiarkan melangkah, tidak digendong terus)
    Stimulasi harus hati-hati. Lihat Masa Peka

Stimulasi terlalu cepat / lambat merugikan perkembangan

  • Deteksi dini : suatu tindakan untuk mengukur perkembangan anak dengan tujuan mengetahui keterlambatan sedini mungkin.

Bila terlambat, perlu stimulasi saja atau sudah perlu intervensi (koreksi)

Alat untuk deteksi dini perkembangan → Denver II terdiri sektor-sektor personal sosial, bahasa, motorik kasar + halus, mulai   usia 0 – 6th sebagai alat skrining.

  • Intervensi : serangkaian tindakan /terapi karena anak mengalami keterlambatan perkembangan, sehingga perlu tindakan koreksi,misalnya terapi wicara,terapi okupasi agar berkembang lebih optimal
  • Rehabilitasi : serangkaian tindakan karena anak mengalami kecacatan agar dapat berfungsi dalam kehidupan sehari-hari.Misalnya tuna wicara disekolahkan di SLB-B dengan belajar huruf braile, belajar bahasa isyarat.

Perkembangan Perilaku :

MASA KONSEPSI (280 hari/ 9 bulan.10 hari / 40 mg )

  • Yang paling berpengaruh perilaku ibu hamil
  • Masa “mengidam” (perubahan hormon, tetapi banyak mitos sehingga merugikan perkembangan janin)
  • Perasaan berharap, cemas, menolak, takut, konflik, motivasi memiliki anak.
  • Hubungan dengan suami sangat berpengaruh
  • Masa melahirkan → membutuhkan dukungan lingkungan
  • Masa menyusui → membutuhkan komitmen
  • Masa pre-natal

MASA NATAL/LAHIR

  • Masa Bayi ( 0 – 2 thn) / Balita
  • Masa Balita ( 3 – 4 thn) / Todler
  • Masa Pra-sekolah ( 4 – 5 thn)

Yang penting !! Masa Bayi – Pra Sekolah

  • Elizabeth Hurlock : masa pembentukan dasar-dasar kepribadian
  • Perkembangan daya pikir sangat pesat
  • Perkembangan motorik + bahasa  + eksplorasi sangat pesat
  • ± 3 thn Masa Trozt / masa sulit

( ego mulai berkembang dengan ciri : suka menolak perintah makan, mandi, dll. Masa ini adalah masa peka untuk tanamkan disiplin sederhana.

  • Freud ( 3 – 5 thn) masa peka untuk tanamkan toilet training → disiplin bab / bak
  • Mulai mengerti perbedaan laki-laki dan perempuan secara anatomis
  • Mulai ada  kebutuhan mandiri

MASA SEKOLAH ( 6/7 – 12 thn)

  • Suka aktifitas kompetitif, heroik
  • Suka aktifitas dengan gerak, suara
  • Mulai memikirkan kebutuhan dan keinginan
  • Laki-laki dan perempuan sifat hubungan bermusuhan

MASA REMAJA (awal. tengah, akhir) 12/ 13 – 21 thn

  • Masa transisi, penuh gejolak, kritis
  • Perubahan bersama ( fisik + emosi + sosial + seksual + moral)
  • Butuh penyesuaian baru → gagal : Remaja bermasalah
  • Masa mencari identitas diri
  • Perubahan fisik : ♂ bentuk tubuh seperti gitar terbalik, ♀ seperti gitar
  • Perubahan hormon seksual : menstruasi, mimpi basah / ‘wet dream’, tumbuh payudara, rambut, jerawat, alat reproduksi matang
  • Perubahan sosial : tertarik lawan jenis, kelompok teman sebaya / “peer group” / gang
  • Perubahan emosi : negativistis, impulsiv / meledak –ledak
  • Perubahan moral : nilai baik – buruk tidak lagi menurut pada orang tua / guru / orang dewasa lain tapi menurut diri sendiri yang sangat dipengaruhi teman sebaya yang dipilihnya
  • Perubahan kognisi/ daya pikir : mampu berpikir abstrak / konsep (cinta, keadilan, kejujuran, cita-cita, dll) → terjadi konflik / perlawanan terhadap konsep lama.

MASA DEWASA (awal, tengah, akhir)

  • Dewasa Awal (22-25 tahun)
    • Menentukan masa depan (berkarir, berkeluarga)
    • Membagi → keluarga, masyarakat
    • Dewasa tengah dan akhir
      • Pencapaian yang dicita-citakan
      • Masa evaluasi dengan berbagai nilai-nilai hidup
      • Bila tidak siap masuk usia tua dapat terjadi istilah “puber kedua”

MASA USILA/LANSIA/GLAMUR (diatas 55 tahun)

  • Masa “menuai” hasil perbuatan masa lalu
  • Kondisi fisik / fisiologis menurun ( istilah 6 B : budeg, blawur, buyuten, bingung, beser, botak, brodol giginya, bungkok)
  • Kondisi emosi semakin mampu mengontrol → bijaksana : berperan sebagai konsultan
  • Sosialisasi berkurang, pensiun, anak-anak dewasa
  • Tidak siap → Dimensia / pikun (lupa diri/rawat diri terganggu, mudah tersinggung, sampai dengan gangguan jiwa → Dirawat)
  • Saran bagi Usila :
  • Kegiatan fisik tetap dilanjutkan sesuai kondisi kesehatan
  • Kegiatan sosial masuk pada kelompok sebaya
  • Kegiatan religius semakin dibutuhkan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Blog Stats

    • 231,156 hits
  •  
    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: