RSS

Biooptik

  •  PENDAHULUAN
  • OPTIKA GEOMETRI DAN OPTIKA FISIK
  • LENSA
  • MATA
  • Anatomi dan fisiologi mata
  • Daya akomodasi
  • Penyimpangan penglihatan dan tehnik koreksi
  • CAHAYA

Optika

  • Optika geometri  : Berawal dari penjalaran cahaya dalam medium secara garis lurus
  • Optika fisik  : Cahaya bs dilihat dr ciri-ciri fisik : gelombang, logam disinari akan memancarkan elektron

Lensa

  • Berdasarkan bentuk permukaan maka lensa dibagi menjadi :
  • Lensa yang mempunyai permukaan sferis
  • Lensa yang mempunyai permukaan silindris
  • Permukaan speris ada dua macam juga yaitu :
  • Lensa konvergen/ konveks : sinar sejajar yang menembus lensa akan berkumpul menjadi bayangan nyata, juga disebut lensa positif atau cembung
  • Lensa divergens/ konkaf : sinar sejajar yang menembus lensa akan menyebar, lensa ini disebut lensa negatif atau lensa cekung.

Anatomi dan fisiologi

Akomodasi

  • Kemampuan lensa untuk memfokuskan obyek
  • Lensa mata menerima cahaya dan diteruskan ke retina.

Penyimpangan penglihatan dan koreksi

  • Myopia (penglihatan dekat) mata terlalu lonjong kaca negatif
  • Hipermetropia (penglihatan jauh ) bola mata agak gepeng kaca positif
  • Astigmatisma bola mata spt telur sehingga lensa dan kornea menjadi memanjang ke salah satu arah  kaca silindris

Ketajaman penglihatan

  • Diukur dengan membaca snelen cart
  • V= visus
  • d= jarak yang dilihat penderita
  • D = jarak yang dilihat mata normal
  • Misal 20/40 (1ft = 40,40cm)

Cahaya

  • Kone terdapat di fovea sentralis sensitif terhadap warna kuning, hijau
  • Rod biru dan hijau
  • Kone danRod sama sensitif terhadap warna merah

Penyesuaian terhadap cahaya

  • terang  :

Sinar kerucut dan batang  rhodopsin pecah retina dan skoptosin (protein). Retin akan tereduksi menjadi vit A pengaruh dr enzim alkohol dehidroginase

  • gelap  :

Gelap orang tidak bisa melihat apa-apa karena rhodopsin sangat sedikit di dalam  Rod

Alat pemeriksaan mata

  • Optalmoscope
  • Retinoskop (untuk mengetahui resep lensa demi koreksi mata)
  • Keratometer ( untuk mengetahui kelengkunganmata)
  • Tonometer dari schiotz ( untuk mengetahui tekanan intrakranial)
  • Pupilometer (untuk mengetahui diameter pupil)
  • Lensometer (untuk mengukur kekuatan lensa)

opthalmoscop                                                               Lensometer              

     

tonometri

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Blog Stats

    • 1,048,044 hits
  •  
    %d blogger menyukai ini: