RSS

Introduksi Proses Keperawatan

INTRODUKSI PROSES KEPERAWATAN

  • Pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan bentuk pelayanan yang diberikan kepada klien oleh suatu tim multi disiplin termasuk tim keperawatan. Tim keperawatan merupakan anggota tim kesehatan garda depan yang menghadapi masalah kesehatan klien selama 24 jam secara terus menerus.
  • Para penerima jasa pelayanan kesehatan saat ini telah menyadari hak-haknya sehingga keluhan, harapan, laporan, dan tuntutan ke pengadilan sudah menjadi suatu bagian dari upaya mempertahankan hak mereka sebagai penerima jasa tersebut.

STRESSOR

Interaksi  perawat dan klien ini  menghasilkan kondisi stres tahap ekshausi,  yang menyebabkan ketahanan tubuh semakin menurun. Kondisi ini menyebabkan proses penyembuhan terhambat dan bahkan dapat menimbulkan penyakit baru.

  • Oleh karena itu industri jasa kesehatan menjadi semakin merasakan bahwa kualitas pelayanan merupakan upaya kompetentif dalam rangka mempertahankan eksistensi pelayanan tersebut.
  • Florence Nightingale pada tahun 1858, telah berupaya memperbaiki kondisi pelayayanan keperawatan yang diberikan kepada serdadu pada perang Krimen.
  • Dengan terjadinya perubahan diberbagai aspek kehidupan keperawatan pada saat ini telah berkembang menjadi suatu profesi yang memiliki keilmuan unik yang menghasilkan peningkatan minat dan perhatian diantara anggotanya dalam meningkatkan pelayanannya.
  • Tim pelayanan keperawatan memberikan pelayanan kepada klien sesuai dengan keyakinan profesi dan standar yang ditetapkan. Hal ini ditujukan agar pelayanan keperawatan yang diberikan senantiasa merupakan pelayanan yang aman serta dapat memenuhi kebutuhan dan harapan klien.
  • Asuhan keperawatan yang bermutu dan dapat dicapai jika pelaksanaan asuhan keperawatan dipersepsikan sebagai suatu kehormatan yang dimiliki oleh para perawat dalam memperlihatkan sebagai suatu kehormatan yang dimiliki oleh perawat dalam memperlihatkan haknya untuk memberikan asuhan yang manusiawi, aman, serta sesuai dengan standar dan etika profesi keperawatan yang berkesinambungan dan terdiri dari kegiatan pengkajian, perencanaan, implementasi rencana, dan evaluasi tindakan keperawatan yang telah diberikan.
  • Proses keperawatan digunakan untuk membantu perawat melakukan praktik keperawatan secara sistematis dalam memecahkan masalah keperawatan. Dengan menggunakan metode ini, perawat dapat mendemonstrasikan tanggung gugat dan tanggung jawab pada klien, sehingga kualitas praktik keperawatan dapat ditingkatkan.
  • Proses keperawatan memberikan kerangka yang dibutuhkan dalam asuhan keperawatan kepada klien, keluarga dan komunitas, serta merupakan metode yang efisien dalam membuat keputusan klinik, serta pemecahan masalah baik aktual maupun potensial dalam mempertahankan kesehatan.

REVIEW NURSING PROCESS & CRITICAL THINKING NURSING àCRITICAL THINKING & SCIENTIFIC APPROACH  PROBLEM SOLVING

 Proses keperawatan

  • Suatu pendekatan sistematis untuk mengenal masalah-masalah pasien dan mencarikan alternatif pemecahan masalah dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan pasien.
  • Merupakan proses pemecahan masalah yang dinamis dalam memperbaiki dan meningkatkan kesehatan pasien sampai ke tahap maksimum.
  • Merupakan pendekatan ilmiah
  • Terdiri dari 4 tahap : pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Atau, ada pula yang menterjemahkannya ke dalam 5 tahap : pengkajian, perumusan diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

ALASAN PENGGUNAAN PROSES KEPERAWATAN

  • Meningkatnya tuntutan masyarakat akan pelayanan keperawatan
  • Profesionalisme, sesuai dengan konsep keperawatan bahwa perawatan merupakan pelayanan esensial yang diberikan oleh perawat profesional di mana dalam melaksanakan kegiatannya menggunakan pendekatan proses keperawatan
  • Untuk efektifitas dan efisiensi pelayanan keperawatan
  • Untuk meningkatkan peran serta dan keterlibatan pasien dalam pelayanan keperawatan.

TUJUAN UMUM :

  • Memberikan suatu kerangka kerja berdasarkan kebutuhan klien, keluarga dan masyarakat, sehingga kebutuhan perawatan kesehatan klien, keluarga dan masyarakat dapat terpenuhi.

TUJUAN KHUSUS :

  • Mempraktekkan metode pemecahan masalah dalam praktek keperawatan (problem solving)
  • Menggunakan standart dalam praktek keperawatan
  • Memperoleh metode yang baku, rasional dan sistematis
  • Meperoleh metode yang dapat digunakan dalam berbagai macam situasi
  • Memperoleh asuhan keperawatan yang berkualitas tinggi

SIFAT :

  • Dinamis
  • Siklik
  • Interdependent
  • Fleksibel

 KARAKTERISTIK PROSES KEPERAWATAN

  • Tujuan : proses keperawatan mempunyai tujuan yang jelas melalui suatu tahapan dalammeningatkan kualitas asuhan keperawatan
  • Sistematik : menggunakan suatu pendekatan yang terorganisir untuk mencapai suatu tujuan — meningkatkan kualitas asuhan keperawatan dan menghindari masalah yang bertentangan dengan tujuan pelayanan kesehatan / keperawatan
  • Dinamik : proses keperawatan ditujukan dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan klien yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Proses keperawatan ditujukan pada suatu perubahan respon klien yang diidentifikasi melalui hubungan antara perawat dan klien
  • Interaktif : dasar hubungannya adalah hubungan timbal balik antar perawat, klien, keluarga dan tenaga kesehatan lainnya
  • Fleksibel : dapat diadopsi pada praktik keperawatan dalam situasi apapun dan bisa digunakan secara berurutan
  • Teoritis : setiap langah dalam proses keperawatan selalu didasarkan pada suatu ilmu yang luas, khususnya ilmu dan model keperawatan yang berlandaskan pada filosofi keperawatan dan

 SASARAN

Sasaran dalam proses keperawatan adalah individu, keluarga dan masyarakat yang mempunyai masalah keperawatan, karena ketidakmampuannya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, baik secara fisik, mental, sosial dan spiritual. Dapat juga yang diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan dan faktor ketidaktahuan klien tentang perawatan diri atau karena kelemahan fisik, mental dan sosial.

 KOMPONEN PROSES KEPERAWATAN

Dalam proses keperawatan, ada lima (5) tahap yang harus dilalui; dimana tahap-tahap tersebut tidak dapat dipisahkan dan saling berhubungan. Tahap-tahap ini secara bersama-sama membentuk lingkaran pemikiran dan tindakan yang kontinu, yang mengulangi kembali kontak dengan klien.

 Tahap-tahap dalam proses keperawatan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Pengkajian
  2. Diagnosis keperawatan
  3. Perencanaan
  4. Pelaksanaan
  5. Evaluasi

Kelima tahap tersebut merupakan pedoman dalam mencapai tujuan keperawatan, yaitu : meningkatkan, mempertahankan kesehatan, atau membuat klien mencapai kematian dengan tenang pada klien yang terminal, serta memungkinkan klien atau keluarga dapat mengatur kesehatannya sendiri, secara mandiri, menjadi lebih baik atau meningkat.

 PENGKAJIAN / ASSESSMENT

  • Pengumpulan data
  • Klasifikasi / tabulasi data
  • Analisis data
  • Penentuan masalah / diagnosis keperawatan
  • Penentuan prioritas masalah

PERENCANAAN

  • Menentukan dan merencanakan tujuan
  • Menentukan tindakan keperawatan / intervensi
  • Menuliskan instruksi keperawatan

 PELAKSANAAN

Melaksanakan tindakan / intervensi sesuai dengan rencana keperawatan yang dibuat.

 PENILAIAN / EVALUASI

Mengevaluasi hasil tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan — menilai pencapaian tujuan — perbaikan rencana tindakan bila diperlukan.

 

PERBANDINGAN ANTARA PROSES KEPERAWATAN & MEDIS

NO PROSES KEPERAWATAN PROSES MEDIS
PENGKAJIAN : Mengumpulkan data dari :

  1. Riwayat keperawatan
  2. Pemeriksaan fisik
  3. Tinjauan catatan & hasil-hasil pemeriksaan diagnostik
  4. Konsultasi dengan anggota tim kesehatan yang lain
  5. Tinjauan literatur yang relevan
PENGKAJIAN

  1. Riwayat medis
  2. Pemeriksaan fisik
  3. Test diagnostik
  4. Tinjauan literatur
ANALISIS / DIAGNOSIS KEP.

  1. Analisis data
  2. Identifikasi masalah
  3. Fromulasi dengan keperawatam
DIAGNOSIS MEDIS

  1. Organisasi data
  2. Analisis & interpretasi data
  3. Formulasi dengan medis
PERENCANAAN

  1. Prioritas masalah keperawatan
  2. Merumuskan tujuan dan kriteria evaluasi
  3. Menulis rencana keperawatan
  4. Mendelegasikan aktivitas keperawatan
PERENCANAAN

  1. Menyusun prioritas
  2. Merumuskan tujuan untuk terapi
  3. Menulis rencana terapi
IMPLEMENTASI

  1. Strategi sebelum implementasi
  2. Implementasi
  3. Strategi setelah implementasi
IMPLEMENTASI

  1. Interaksi dokter
  2. Terapi medis
  3. Rujukan-rujukan
EVALUASI

  1. Mengumpulkan data tentang respon klien
  2. Bandingkan tingkat keberhasilannya
  3. Memastikan keberhasilan tindakan
  4. Menganalisis variabel-variabel yang mempengaruhi hasil
  5. Memodifikasi rencana asuhan keperawatan
EVALUASI

  1. Menetapkan keberhasilan terapi medis
  2. Analisis variabel
  3. Memperbaiki rencana terapi

 

PENGETAHUAN & KEMAMPUAN untuk PROSES KEPERAWATAN

PENGETAHUAN KEMAMPUAN
PENGKAJIAN

  • Sistem bio-psiko-sosio-spiritual
  • Kebutuhan dan perkembangan
  • Sehat-sakit
  • Patofisiologi
  • Kultur & nilai
  • Observasi secara sistematis
  • Komunikasi verbal & non verbal
  • Mendengar dengan penuh perhatian
  • Membina kepercayaan
  • Melaksanakan pemeriksaan fisik
ANALISIS / DIAGNOSIS KEPERAWATAN

  • Masalah yang lazim terjadi
  • Faktor penyebab masalah
  • Tanda & karakteristik masalah
  • Standart ukuran normal
  • Berpikir kritis
  • Identifikasi pola
  • Mengorganisasi & mengelmpokkan data
  • Membuat kesimpulan
  • Membuat keputusan atau pertimbangan
PERENCANAAN

  • Kekuatan & kelemahan klien
  • Nilai-nilai & kepercayaan klien
  • Lingkup praktik keperawatan
  • Sumber-sumber yang sesuai utk strategi implementasi keperawatan
  • Peran tenaga kesehatan lainnya
  • Memecahkan masalah
  • Mengambil keputusan
  • Menulis tujuan & kriteria evaluasi
  • Memilih, membuat & menulis intervensi yang diputuskan
  • Kerjasama dengan klien & tenaga kesehatan yang lainnya
IMPLEMENTASI

  • Bahaya-bahaya fisik & perlindungan
  • Asepsis
  • Prosedur-prosedur
  • Organisasi
  • Teori perubahan
  • Bimbingan
  • Hak-hak pasien
  • Tingkat perkembangan klien
  • Observasi yang sistematis
  • Komunikasi terapeutik
  • Mempertahankan hubungan saling percaya & saling membantu
  • Melakukan teknik prsikomotor
  • Mengajarkan perawatan pada diri sendiri
  • Melaksanakan askep
  • Sebagai advokat
  • Menasehati
  • Supervisi & evaluasi
  • Melaksanakan order medis
EVALUASI

  • Sesuaikan dengan tujuan & kriteria hasil
  • Respon klien terhadap intervensi
  • Mendapatkan data yang relevan untuk membandingkannya dengan kriteria evaluasi
  • Menyimpulkan pencapaian tujuan
  • Mengkaji ulang

 

KETRAMPILAN YANG DIPERLUKAN OLEH PERAWAT

  • Ketrampilan interpersonal : komunikasi terapeutik
  • Teknis : kemampuan untuk mempergunakan alat & penampilan dalam melaksanakan prosedur keperawatan
  • Intelektual :
    • Pemecahan masalah
    • Berfikir kritis
    • Membuat keputusan

Proses keperawatan adalah :

  • What (pengertian) : seperangat langkah / tindakan :
    • Direncanakan
    • Saintifik (ilmiah)
    • Sistematis
    • Berurutan
    • Berkelanjutan
    • Dinamis
    • Bersiklus
    • Ketergantungan
    • Fleksibel
  • Why (tujuan) : mempraktikkan & memperoleh :
    • Menggunakan metoda pemecahan masalah
    • Menggunakan standart praktek keperawatan
    • Menggunakan metode yang baku, rasinal & sistematis
    • Menggunakan metoda yang dapat digunakan untuk segala situasi
    • Meningkatkan kualitas asuhan keperawatan
  • When (bilamana dilaksanakan) : dalam segala kesempatan :
    • Seluruh siklus hidup manusia (mulai dari dalam kandungan s.d meninggal)
    • Setiap saat pelayanan keperawatan dapat dilaksanakan
  • Where (dimana) : semua tempat pelayanan kesehatan
    • Rumah Sakit
    • Puskesmas
    • Rumah (keluarga)
    • Masyarakat
    • Posyandu
  • Who (siapa) : dilaksanakan oleh perawat pada pasien — dalam pelaksanaannya memerlukan kerja sama dari pasien :

–  Perawat :

  • Dalam melaksanakan praktek profesional
  • Dalam mengembangkan kompetensi
  • Menerapkan kemampuan & ketrampilan intelektual, teknis, & komunikasi interpersonal

– Pasien :

  • Seseorang yang mengalami masalah kesehatan / keperawatan, baik fisik, mental, sosial & spiritual
  • Seseorang yang membutuhkan bantuan perawatan dari tingkat sederhana s.d yang kompleks
  • Pasien dengan semua tingkat sosial ekonomi & sosial budaya
  • How (bagaimana) : menggunakan tahap-tahap :
    • Pengkajian data
    • Perumusan diagnosis keperawatan
    • Perencanaan keperawatan
    • Intervensi keperawatan
    • Evaluasi keperawatan.

PENGKAJIAN KEPERAWATAN

Pengkajian adalah pemikiran dasar dari proses keperawatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang klien, agar dapat mengidentifikasi, mengenali masalah-masalah, kebutuhan kesehatan dan keperawatan klien, baik fisik, mental, sosial dan lingkungan (Effendy, 1995).

Pengkajian yang sistematis dalam keperawatan dibagi dalam empat tahap kegiatan, yang meliputi ; pengumpulan data, analisis data, sistematika data dan penentuan masalah.

  • Pengumpulan dan pengorganisasian data harus menggambarkan dua hal, yaitu : status kesehatan klien dan kekuatan – masalah kesehatan yang dialami oleh klien.
  • Pengkajian keperawatan data dasar yang komprehensif adalah kumpulan data yang berisikan status kesehatan klien, kemampuan klien untuk mengelola kesehatan dan keperawatannya terhadap dirinya sendiri dan hasil konsultasi dari medis atau profesi kesehatan lainnya.

Data fokus keperawatan adalah data tentang perubahan-perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya, serta hal-hal yang mencakup tindakan yang dilaksanakan kepada klien.

 

A.     PENGUMPULAN DATA

Pengumpulan data adalah pengumpulan informasi tentang klien yang dilakukan secara sistematis untuk menentuan masalah-masalah, serta kebutuhan-kebutuhan keperawatan dan kesehatan klien.

 

  •  Pengumpulan informasi merupakan tahap awal dalam proses keperawatan. Dari informasi yang terumpul, didapatkan data dasar tentang masalah-masalah yang dihadapi klien. Selanjutnya data dasar tersebut digunaan untuk menentuan diagnosis keperawatan, merencanakan asuhan keperawatan, serta tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah klien.
  • Pengumpulan data dimulai sejak klien masuk ke rumah sakit (initial assessment), selama klien dirawat secara terus-menerus (ongoing assessment), serta pengkajian ulang untuk menambah / melengkapi data (re-assessment).
  • TUJUAN PENGUMPULAN DATA

    • Memperoleh informasi tentang keadaan kesehatan klien
    • Untuk menentukan masalah keperawatan dan kesehatan klien
    • Untuk menilai keadaan kesehatan klien
    • Untuk membuat keputusan yang tepat dalam menentukan langahlangkah beriutnya.
  • KARAKTERISTIK DATA

    • Lengkap
    • Akurat dan nyata
    • Relevan
  • INFORMASI YANG DIPERLUKAN

    • Segala sesuatu tentang klien sebagai makhluk bio-psiko-sosial & spiritual
    • Kemampuan dalam mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari
    • Masalah kesehatan dan keperawatan yang mengganggu kemampuan klien
    • Keadaan sekarang yang berkaitan dengan rencana asuhan keperawatan yang akan dilakuan terhadap klien
  • SUMBER DATA

    • Sumber data Primer : data-data yang dikumpulkan dari klien, yang dapat memberikan informasi yang lengap tentang masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapinya.
    • Sumber data Sekunder : data-data yang diumpulkan dari orang terdekat klien (keluarga), seperti orang tua, saudara, atau pihak lain yang mengerti dan dekat dengan klien
    • Sumber data lainnya :catatan klien (perawatan atau rekam medis klien) yang merupakan riwayat penyakit dan perawatan klien di masa lalu.

Secara umum, sumber data yang dapat digunakan dalam pengumpulan data adalah :

  • Klien sendiri sebagai sumber data utama (primer)
  • Orang terdekat
  • Catatan klien
  • Riwayat penyakit (pemeriksaan fisik dan catatan perkembangan)
  • Konsultasi
  • Hasil pemeriksaan diagnostik
  • Catatan medis dan anggota tim kesehatan lainnya
  • Perawat lain
  • Kepustakaan
  • JENIS DATA

    • Data Objektif : data yang diperoleh melalui suatu pengukuran dan pemeriksaan dengan menggunakan standart yang diakui (berlaku), seperti : warna kulit, tanda-tanda vital, tingkat kesadaran, dll. Data-data tersebut diperoleh melalui `senses` : Sight, smell, hearing, touch dan taste.
    • Data Subjektif : data yang diperoleh dari keluhan-keluhan yang disampaikan oleh klien, misalnya rasa nyeri, pusing, mual, ketakutan, kecemasan, ketidaktahuan, dll.
  • CARA PENGUMPULAN DATA
    • Wawancara
    • Pemeriksaan Fisik
    • Studi Dokumentasi
    • Observasi
  • WAWANCARA

    • Wawancara adalah menanyakan atau membuat tanya-jawab yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi oleh klien, biasa juga disebut dengan anamnesa. Wawancara berlangsung untu menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi klien dan merupakan suatu komunikasi yang direncanakan.
    • Macam wawancara :
  • Auto anamnese : wawancara dengan klien langsung
  • Allo anamnese : wawancara dengan keluarga / orang terdekat.
  • PENGAMATAN / OBSERVASI
    Observasi adalah mengamati perilaku dan keadaan klien untuk memperoleh data tentang masalah kesehatan dan keperawatan klien. Observasi dilakukan dengan menggunakan penglihatan dan alat indra lainnya, melalui rabaan, sentuhan dan pendengaran. Tujuan dari observasi adalah mengumpulkan data tentang masalah yang dihadapi klien melalui kepekaan alat panca indra.
  • PEMERIKSAAN FISIK

    • Inspeksi
    • Palpasi
    • Perkusi
    • Auskultasi

Pendekatan pengkajian fisik dapat menggunakan :

  • Head-to-toe (dari kepala s.d kaki)
    • ROS (Review of System)
    • Pola fungsi kesehatan (Gordon, 1982)
  • Setelah data terkumpul, dilakukan pengelompokkan data, yang dapat dilakukan dengan cara :
    •  Berdasarkan sistem tubuh
    • Berdasarkan kebutuhan dasar (Maslow)
    • Berdasarkan teori keperawatan
    • Berdasarkan pola kesehatan fungsional.

B.     ANALISIS DATA

Analisis data merupakan kemampuan kognitif dalam pengembangan daya berfikir dan penalaran yang dipengaruhi oleh latar belakang ilmu dan pengetahuan, pengalaman, dan pengertian keperawatan. Dalam melakukan analisis data, diperlukan kemampuan mengkaitkan data dan menghubungkan data tersebut dengan konsep, teori dan prinsip yang relevan untuk membuat kesimpulan dalam menentukan masalah kesehatan dan keperawatan klien.

  • Dasar analisis :
    • Anatomi – fisiologi
    • Patofisiologi penyakit
    • Mikrobiologi – parasitologi
    • Farmakologi
    • Ilmu perilaku
    • Konsep-konsep (manusia, sehat-sakit, keperawatan, dll)
    • Tindakan dan prosedur keperawatan
    • Teori-teori keperawatan.
  • Cara analisis data :
    • Validasi data, teliti kembali data yang telah terkumpul
    • Mengelompokkan data berdasarkan kebutuhan bio-psiko-sosial dan spiritual
    • Membandingkan dengan standart
    • Membuat kesimpulan tantang kesenjangan (masalah keperawatan) yang ditemukan

C.     PRIORITAS MASALAH

Apabila masalah telah diidentifikasi, maka disusun daftar masalah yang ditemukan, kemudian diprioritaskan. Hal ini dilakukan karena tidak mungkin semua masalah diatasi bersama-sama sekaligus. Jadi diputuskan masalah mana yang yang dapat diatasi terlebih dahulu.

Dalam memprioritaskan kebutuhan klien, hirarki Maslow menjadi rujukan perawat dalam menentukan pemenuhan kebutuhan klien. Kebutuhan fisiologi menjadi kebutuhan utama manusia, kemudian diikuti oleh kebutuhan-kebutuhan psikososial seperti : aman-nyaman, pengetahuan, cinta-memiliki, harga diri dan aktualisasi diri.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Blog Stats

    • 1,048,044 hits
  •  
    %d blogger menyukai ini: