RSS

Hubungan Manusia dengan Mikroorganisme

Lingkungan terapeutik
Lingkungan yang membantu meningkatkan kesehatan

Hubungan Manusia dgn Mikroorganisme

Saling ketergantungan SIMBIOSIS

  • S. Parasitisme : satu pihak / yang lain dirugikan, diri sendiri diuntungkan
  • Simbiosis Mutualisme : Kedua pihak diuntungkan. Contoh: E.Coli
  • S. Komensalisme
    1. Hanya satu pihak yg diuntungkan
    2. Yg lain tdk dirugikan / terpengaruh
    3. Dlm keadaan tertentu dpt berubah dan bersifat parasitisme

MANUSIA SBG TUAN RUMAH/HOST/HOSPES

  • PENDERITA INFEKSI AKUT
    1. banyak kuman pd satu bgn tubuh
    2. kuman hilang stl penderita sembuh
    3. sbg sumber kuman yg relatif singkat
  • PENDERITA INFEKSI KRONIS
    1. Proses infeksi lama
    2. Kuman terus menerus ada dlm tubuh (dahak, nanah, dll)
    3. Penderita ini lebih berbahaya dari pada penderita no. 1
  • PEMBAWA KUMAN PD MASA PENYEMBUHAN
    –  Kuman menetap pd bag tubuh tertentu sampai tahap akut berakhir  hilang
    –  Contoh : infeksi selaput lendir  (Difteri & Tifoid) kuman menetap pd tenggorokan/saluran cerna selama bbp minggu sampai bbp bulan stl tahap akut berakhir, kmd hilang
  • PEMBAWA KUMAN KONTAK
    –  Perawat, dokter, atau keluarga yg berhubungan dg penderita Difteri / Disentri
    –  Mendpt kuman, kmd berkembang biak dlm tubuh tanpa disertai tanda-tanda infeksi
    –  Lendir dr nasofaring (ingus) menjadi sumber kuman yg dpt menginfeksi orang lain
  • PEMBAWA KUMAN NON KONTAK
    Sbg pembawa kuman kontak, ttp tdk jelas berhubungan dgn penderita infeksi nyata

INFEKSI
Suatu kondisi penyakit akibat masuknya kuman patogen atau mikroorganisme lain ke dalam tubuh sehingga menimbulkan gejala tertentu (Guyton, 193)

TANDA INFEKSI

Lokal:

  • Rubor (kemerahan)
  • Kalor/panas
  • Dolor/nyeri
  • Tumor/bengkak
  • Fungsio laesa/perubahan fungsi (keterbatasan anggota gerak)

Sistemik:

  • Demam
  • Malaise
  • \Anoreksia
  • Mual, muntah
  • Sakit kepala
  • Diare

Proses Klinis Infeksi

Ditentukan oleh 6 link membentuk rantai Infeksi:

  • Agens infeksius (mikroorganisme)
  • Sumber infeksi (reservoir)
  • Pintu keluar (portal of exit)
  • Metode penyebaran (methode of transmission)
  • Pintu masuk (portal of entry)
  • Hospes yg rentan (suseptible host)

 Mikroorganisme pd Kulit & Membran mukosa

  • Flora residen (penetap)
    1. jenisnya relatif stabil
    2. biasa ditemukan dlm tubuh tertentu
    3. berperan dlm m’tahankan kes & fungsi normal dlm bag tubuh tertentu à flora normal dlm usus besar (E.Coli) à m’bantu sistesis vit K
    4. dpt menyebabkan infeksi bila pindah tempat.
  • Flora transien (sementara)
    1. mikroorganisme non-patogen/potensial patogen
    2. mendiami kulit/memberan mukosa bbp jam/hari/minggu.
    3. keberadaannya tdk mengganggu bila flora normal tetap utuh à akan berkoloni & menimbulkan penyakit bila flora normal terganggu.

TAHAPAN PROSES INFEKSI

  1. Periode Inkubasi: masuknya kuman ke dlm tubuh sampai timbulya gejala; lamanya waktu bervariasi
  2. Periode Prodromal: munculnya gejala umum sampai munculnya gejala spesifik, Saat ini individu sangat infeksius
  3. Periode sakit: gejala spesifik terus b’kembang & menimbulkan manifestasi pd organ terinfeksi & seluruh tubuh.
  4. Periode Inkubasi: masuknya kuman ke dlm tubuh sampai timbulya gejala; lamanya waktu bervariasi
  5. Periode Prodromal: munculnya gejala umum sampai munculnya gejala spesifik, Saat ini individu sangat infeksius
  6. Periode sakit: gejala spesifik terus b’kembang & menimbulkan manifestasi pd organ terinfeksi & seluruh tubuh.

MEKANISME PERTAHANAN TUBUH THD INFEKSI

Nonspesifik:

  • Barier anatomis-fisiologis:
    1. kulit & membran mukosa yg utuh (Intak)
    2. bakteri residen pd kulit dpt m’cegah p’bangan bakteri lain
    3. setiap orifisium pd tbh memiliki meknisme p’tahanan thd kuman penyakit
  • Respon inflamasi:
    1. respon p’tahanan yg sifatnya lokal & nonspesifik thd agen infeksius.
    2. ditandai: nyeri, bengkak, kemerahan panas, kerusakan fungsi pd bag tsb.

Spesifik (imun):

  • Imunitas humoral:
    1. imunitas aktif à tbh m’produksi antibodi sbg respon thd antigen yg masuk.
    2. imunitas pasif à tbh menerima antibodi alami / buatan (dr ibu/injeksi serum)
  • Imunitas seluler:
    1. berlangsung melalui sistem sel T.
    2. ada 3 sel T à T helper, T sitotoksik, T supresor.
    3. jika imunitas termediasi- sel hilang (kasus HIV) à individu rentan thd sebg besar infeksi virus, jamur, bakteri.

Tindakan Petugas yg berisiko meningkatkan penularan (dirinya, pasien, masyarakat):

  1. Cuci tangan kurang benar
  2. P’gunaan sarung tangan yg kurang tepat
  3. Penutupan kembali jarum suntik secara tdk aman.
  4. Pembuangan p’alatan tajam secara tdk aman
  5. Teknik dekontaminasi & sterilisasi alat kurang tepat
  6. Praktik kebersihan ruangn blm memadai

 INFEKSI NOSOKOMIAL  (INOS)

  • Infeksi yg terjadi / diperoleh di rumah sakit
  • Kriteria :
    1. waktu klien mulai dirawat di rumah sakit tdk ada tanda-tanda dr infeksi tsb
    2. tanda klinis tsb timbul minimal 3 x 24 jam sejak mulai dirawat
    3. saat klien dirawat di rumah sakit, tdk sdg dlm masa inkubasi infeksi tsb.

Dampak INOS

  • Bagi klien:
    1. m’nambah LOS  4-8 hr / 2 x lama perawatan
    2. m’hambat proses penyembuhan
    3. menambah beban biaya
    4. meningkatkan risiko kematian
  • Bagi rumah sakit
    1. menambah biaya operasional
    2. m’ganggu klien berikut yg perlu rawat inap
    3. mutu rumah sakit menurun à tuntutan hukum
    4. menimbulkan penyakit pd petugas

Faktor yg m’permudah INOS

  • Banyaknya pasien yg dirawat (sakit berat)
  • Daya tahan tubuh pasien menurun krn penyakit yg diderita
  • P’gunaan antibiotik yg tdk didasarkan pd uji sensitivitas kuman
  • Banyaknya tindakan invasif yg dilakukan
  • Kontak langsung antara klien yg m’jadi sumber infeksi dg klien lain
  • Kontak langsung antara petugas kes rumah sakit yg terkontaminasi oleh kuman dgn klien yg dirawatnya
  • Pertukaran udara kurang baik
  • P’gunaan peralatan medis yg terkontaminasi oleh kuman

Cara terjadinya INOS

  • Cross infection à sumber kuman dr klien lain dlm rumah sakit
  • Environmental infection à sumber kuman adl benda-benda atau alat-alat dlm rumah sakit
  • Auto infectionà sumber kuman dr klien sendiri

Daerah yg berisiko terjadi INOS

  • Unit Pelayanan Intensif
  • Unit Neonatal
  • Unit Luka Bakar
  • Unit Dialisa
  • Unit Onkologi

Contoh Tindakan yg berisiko INOS:

  • Pemasangan kateter urine
  • Pemasangan infus
  • Pengisapan endotrakeal tube
  • Pemasangan ventilator mekanik
  • Pengisapan trakeostomi

PENCEGAHAN  INOS

  • PETUGAS:
    1. hrs sehat
    2. m’dpt imunisasi
    3. cuci tangan dgn teknik yg benar
    4. kulit kasar / kering / pecah-pecah konsultasi
    5. Bekerja sesuai dgn prinsip aseptik pd tindakan tertentu
    6. Bekerja sesuai prosedur yg benar
    7. M’tahankan higiene perorangan yg baik
    8.  Melaksanakan barier nursing (APD) pd saat tertentu
  • Peralatan
    1. Disimpan bersih & kering / steril
    2. Tdk memakai alat yg rusak / b’karat / tumpul
    3. Tdk m’gunakan alat yg diragukan kesterilannya
    4. Stlh alat dipakai à segera dibersihkan – dikeringkan – disteril b/p
    5. Alat tenun klien hrs bersih, kering, licin
    6. Alat tenun tdk dikebutkan/dibuang di atas lantai
  • Klien
    1. Meningkatkan daya tahan tubuh
    2. m’perbaiki gizi
    3. beri pddk gizi yg baik,
    4. rawat higiene klien & beri pddk
    5. personal higiene  (cuci tangan)
    6. Isolasi klien yg b’penyakit menular
  • Lingkungan
    1. Cukup penerangan & sinar mt hari
    2. Sirkulasi udara cukup
    3. Jaga kebersihannya
    4. Buang sampah dgn benar
    5. padat, cair, infeksius à disendirikan  (sesuai kebijakan)
    6. Lantai selalu dipel

Penggunaan antibiotik rasional

  • Tepat indikasi, klien, obat, dosis, waktu, dan waspada efek samping
  • Penyuluhan pd klien & keluarga ttg aturan penggunaan antibiotika yg tepat

ISOLASI

  • METODA UNT MENCEGAH DAN MENGENDALIKAN PENYEBARAN INFEKSI ATAU KEMUNGKINAN ORGANISME PATOGEN MENULAR KEPADA:
  • PASIEN
  • PETUGAS
  • PENGUNJUNG

MACAM ISOLASISOURCE ISOLATION

  • UNT PESIEN YG TERINFEKSI
  • MENCEGAH PENULARAN KPD PASIEN LAIN / PETUGAS
  • PROTECTIVE ISOLATION
  • MELINDUNGI PASIEN DGN DAYA
  • TAHAN TUBUH SANGAT RENDAH à
  • BERISIKO TERJADI INFEKSI

TUJUAN ISOLASI

  • MENCEGAH KUMAN PATOGEN DR SEORANG PASIEN KE PASIEN LAIN, PETUGAS RMH SAKIT, PENGUNJUNG
  • MELINDUNGI PASIEN DGN DAYA TAHAN TUBUH RENDAH DR KEMUNGKINAN KETULARAN PENYAKIT DARI : PASIEN LAIN, PETUGAS RMH SKT, PENGUNJUNG

KATAGORI ISOLASIà BERDASAR CARA PENULARAN

  • ISOLASI KETAT :unt mencegah infeksi yg sangat mudah menular, yg dpt disebarkan melalui udara & kontak difteri, cacar, daya tahan rendah
  • ISOLASI KONTAK :unt mencegah infeksi yg daya tularnya sangat tinggi ttp tdk memungkinkan isolasi ketat à influenza, konjungtivitis,impetigo
  • ISOLASI RESPIRASI : unt mencegah penularan peny infeksi melalui udara jarak dekat (droplet transmision) TBC paru, meningitis, measles, mumps, pneumonia, pertusis
  • ISOLASI ENTERIK : unt mencegah infeksi yg disebarkan melalui kontak langsung & tdk langsung dgn tinja  kolera, GE akut, hepatitis A, Tifoid, shigela
  • ISOLASI ALIRAN / SEKRESI : unt mencegah infeksi yg ditularkan melalui kontak langsung / tdk langsung dgn bahan purulen / drainage dr bagian tubuh yg terinfeksi à gas gangrene, abses, konjuntivitis, ulkus dekubitus
  • ISOLASI DARAH & CAIRAN: unt mencegah infeksi yg disebarkan melalui kontak langsung / tdk langsung dgn darah / cairan tubuh à hepatitis B, malaria, AIDS

LAMA ISOLASI  TERGANTUNG DARI :

  • MACAM / JENIS PENYAKIT
  • KUMAN PENYAKIT
  • FASILITAS LABORATORIUM
  • SAMPAI BIAKAN KUMAN (-)
  • PENYAKIT SEMBUH
  • LUKA / PENY KULIT TDK MENGELUARKAN BAHAN MENULAR
  • LAMA RAWAT INAP
  • 24 JAM STL DIMULAI PEMBERIAN ANTIBIOTIK YG EFFEKTIF

PRINSIP UMUM ISOLASI

  • CELEMEK, SARUNG TANGAN & MASKER DIPAKAI SATU KALI
  • MENCUCI TANGAN STL KONTAK DGN PASIEN
  • MASKER à HRS MENUTUPI HIDUNG & MULUT, BILA SDH LEMBAB TDK DIPAKAI, TDK TERGANTUNG DI LEHER
  • ALAT DISPOSIBLE & BAHAN BUANGAN à DIBUANG DLM KANTONG YG TDK MUDAH TUMPAH DAN TERTUTUP RAPAT SBL DIBUANG

ASPEK PSIKOLOGIS DARI ISOLASI:

  1. SENSORY DEPRIVASI à KRN LINGKUNGAN TDK MEMBERIKAN RANGSANGAN KPD PASIEN à TDK ADA KOMUNIKASI TANDA & GEJALA: BOSAN, PASIF, GERAKAN LAMBAT, MELAMUN, BANYAK TIDUR, PIKIRAN KACAU, CEMAS, HALUSINASI, PANIK
  2. HARGA DIRI RENDAH
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Blog Stats

    • 1,048,044 hits
  •  
    %d blogger menyukai ini: