RSS

Perkembangan Kognisi / Daya Pikir

 Piaget : 4 Tahap

  1. Sensori motor ( 0 – 2 thn)
    Kegiatan berpikir melalui kegiatan seluruh indra dan gerak tubuh.
  2. Pra – operasional ( 2 – 7thn)
    Kegiatan berpikir melalui :

    • contoh kongkrit
    • distorsi kenyataan
    • penalaran transduktif melalui konsepsi+intuisi (feeling)
  3. Operasional kongkrit ( 7 -11 thn)
    Telah memahami konsep-konsep angka, huruf, bentuk
  4. Operasional Formal ( 11 thn – Dewasa)
    Dapat berpikir proporsional (logis)

Perkembangan Emosi

  • J.B. Watson : dimulai sejak ada kontak dengan lingkungan
  • Perkembangan Emosi sederhana : menangis, marah, senang, semakin kompleks → iri, prasangka, cinta
  • Dipengaruhi :
    • kematangan otak
    • proses belajar dari lingkungan
    • harapan dari masyarakat

Perkembangan Psikososial

H. Erikson : perkembangan psikososial dimulai adanya KONFLIK ( >< )

  • ( 0 -1thn) : kepercayaan >< ketidakpercayaan
    Rasa percaya berkembang dipenuhi kebutuhan fisiologis + psikologis (diberi ASI + dipeluk, dimandikan, diajak bicara)
  • ( 1 – 3 thn) : otonomi >< kebingungan
    Otonomi(mandiri) berkembang dilatih mandiri
  • ( 3 – 5 thn) : inisiatif >< rasa bersalah
    Inisiatif berkembang beri kepercayaan
  • Remaja : industri >< inferioritas
  • Produktifitas >< confus peran(bingung peran)
  • Supaya produktif beri peran
  • Dewasa muda : keakraban >< isolasi
    Keakraban berkembang menjalin intimasi dengan orang lain → menikah, jadi orangtua / guru
  • Dewasa tengah : kedermawanan >< absorbsi / terhisap
    Kedermawanan berkembang dengan hidup membagi / memberi
  • Usila : intergritas >< ketertutupan diri
    Intergritas kuat bila tahap-tahap sebelumnya berkembang

Perkembangan Psikoseksual

S. Freud : 5 tahap / fase

  1. Oral ( 0 – 1 thn)
    Kenikmatan ada di daerah mulut, semua yang ada / dipegang masuk mulut → diberi ASI,supaya ada rasa aman
  2. Anal ( 1 – 3 thn)
    Kenikmatan di anus → diberi “toilet training” disiplin bab / bak
  3. Faliks ( 3 – 5 thn)
    Kenikmatan ada di daerah kelamin → onani / masturbasi untuk meminimal ada kegiatan bermain
  4. Laten ( 6 – 12 thn)
    Kenikmatan pada perkembangan motorik, kognisi, social
  5. Genital ( 12 thn keatas )

Mengenal lawan jenis, perkembangan hormon seks mulai matang, pertumbuhan tanda-tanda kelamin sekunder

Perkembangan Psikomotor

E.Hurlock →

  • Dimulai gerakan motorik kasar / ‘gross  movement’
  • Melibatkan bagian besar tubuh : tengkurap, duduk, jalan, lari, melompat, memanjat
  • Disusul gerakan motorik halus / ‘finer coordination’

Melibatkan otot-otot halus : meraih, memegang, memasukkan kancing, jarum, menulis, melipat, menggunting

Perkembangan Moralitas

Moralitas (system nilai)

  • M.L. Hoffman (1970) : doktrin tentang dosa asal
  • S.Freud :
    • kesadaran nilai benar-salah yang telah terinternalisasi dari standar orangtua
    • perkembangan moralitas sesuai perkembangan daya pikir / kognisi = Köhlberg

Tahapan perkembangan moralitas :

J. Piaget (1932)

Ada 2 aspek : Pengertian tentang aturan-aturan, Konsep tentang keadilan

  • Tahap I : “Realisme Moral”
    • aturan yang dianut dari orangtua
    • belum mampu berpikir kritis
    • nilai hukuman – hadiah merupakan hasil langsung dari perbuatannya
    • contoh :
    • menangis → dibentak → nangis jelek
    • makan sendiri → dipuji → makan sendiri baik
  •    Tahap II : “Moralitas kooperativ”(masa sekolah)
    • nilai / aturan-aturan hasil kesepakatan dengan lingkungan social
  • tahap III moralitas otonom
    • nilai atau aturan aturan diikuti atas keputusannya sendiri

Kohlberg

  • Tahap I  “ Prakonvensional”
    • konsep B-S akibat dari perbuatannya
    • perbuatan atas dasar takut akan hukuman
    • konsep sebab – akibat masih sangat sederhana “aku untuk mu dan kamu untuk ku “
  • Tahap II “Konvensional”
    • konsep “anak laki-laki baik” ; “anak perempuan manis” sesuai yg dengan dianut budaya setempat
    • konsep B-S banyak aspek yang mempengaruhi : hukum, keadilan
  • Tahap III “ Post Konvensional”
    • konsep Baik-Buruk , B-S,  berkaitan dengan kontrak-kontrak social
    • keputusan diambil atas dasar rasa hormat dan mandiri
    • terakhir → B-B, B-S → berkaitan nilai-nilai Universal (hukum, aturan, keadilan)
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Blog Stats

    • 1,048,044 hits
  •  
    %d blogger menyukai ini: